Rabu, 07 Oktober 2015

Hunian Ekslusif

Sharing:
Rumah dan Tanah Kapling daerah Poros Pattalassang Gowa.
Hunian Ekslusif & Modern dengan konsep bercluster. Aman dan harga sangat terjangkau. Bagi teman-teman yang ingin memiliki rumah hunian Type 36/84 dan Type 45/98 saat ini PT. Karya Palewagau Sejahtera kini menyediakan rumah siap huni Perumahan CLUSTER ASOKA yang berlokasi di Jalan Poros Pattalassang Kabupaten Gowa tanpa DP dan dapat diangsur. Untuk info dan pemesanan bisa hubungi Marketing kami di 085398384337 (Pak Djabir).
Terima Kasih semoga bermanfaat J


Senin, 28 Mei 2012

Hubungan Pendidikan dengan Lingkungan Sosial

LINGKUNGAN PENDIDIKAN
Lingkungan pendidikan merupakan lingkungan tempat berlangsungnya proses pendidikan yang merupakan bagian dari lingkungan sosial. Lingkungan pendidikan dibagi menjadi tiga yaitu:
1. Lingkungan keluarga
Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama karena manusia pertama kalinya memperoleh pendidikan di lingkungan ini sebelum mengenal lingkungan yang lain. Selain itu manusia mengalami proses pendidikan sejak lahir bahkan sejak dalam kandungan. Pendidikan keluarga dapat dibagi menjadi dua yaitu:
    - pendidikan prenatal (pendidikan dalam kandungan)
    - pendidikan postnatal (pendidikan setelah lahir)
Dasar tanggung jawab keluarga terhadap pendidikan meliputi:
      - Motivasi cinta kasih yang menjiwai hubungan orangtua dengan anaknya.
      - Motivasi kewajiban moral orangtua terhadap anak.
      - Tanggung jawab sosial sebagai bagian dari keluarga.
2. Lingkungan sekolah
Karena perkembangan peradaban manusia, orang tidak mampu lagi untuk mendidik anaknya. Pada masyarakat yang semakin komplek, anak perlu persiapan khusus untuk mencapai masa dewasa. Persiapan ini perlu waktu, tempat dan proses yang khusus. Dengan demikian orang perlu lembaga tertentu untuk menggantikan sebagian fungsinya sebagai pendidik. Lembaga ini disebut sekolah.
Dasar tanggung jawab sekolah akan pendidikan meliputi:
    - tanggung jawab formal kelembagaan
        - tanggung jawab keilmuan
        - tanggung jawab fungsional
3. Lingkungan masyarakat
    Ada 5 pranata sosial (social institutions) yang terdapat di dalam lingkungan sosial yaitu:
    - pranata pendidikan         = bertugas dalam upaya sosialisasi
    - pranata ekonomi             = bertugas mengatur upaya pemenuhan kemakmuran
    - pranata politik                = bertugas menciptakan integritas dan stabilitas masyarakat
    - pranata teknologi            = bertugas menciptakan teknik untuk mempermudah manusia
   - pranata moral dan etika = bertugas mengurusi nilai dan penyikapan dalam pergaulan masyarakat

HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN MASYARAKAT
1. Hubungan transaksional antara sekolah dengan masyarakat
    * Sekolah sebagai partner masyarakat dalam melakukan fungsi pendidikan.
    * Sekolah sebagai produsen yang melayani pesanan-pesanan pendidikan dari masyarakat.
    Caranya:
-   aktivitas kurikuler para siswa (mengumpulkan bahan pengajaran dari masyarakat, kegiatan pengabdian pada masyarakat, magang, dsb)
-   aktivitas para guru  (kunjungan ke rumah siswa, dll)
-   kegiatan ekstrakurikuler (melakukan kegiatan ekstrakurikuler dengan melibatkan masyarakat)
-   kunjungan orangtua/anggota masyarakat ke sekolah (saat kenaikan kelas, ultah sekolah, dsb)
-   melalui media massa (publikasi mengenai kegiatan sekolah lewat televisi, dsb)
2. Hubungan transmisif dan transformasif
          Hubungan transmisif terjadi manakala sekolah berperan sebagai pewarisan kebudayaan. Hubungan transformasif terjadi manakala sekolah berperan sebagai agen pembaharu dalam kebudayaan masyarakat.
    Caranya:
    - Reproduksi budaya: Siswa diajarkan untuk menggali unsur-unsur budaya yang telah ada dalam masyarakatnya.
    - Difusi kebudayaan    :   Siswa diajarkan agar dapat menyebarluaskan unsur-unsur yang dinilai positif dan belum berkembang dalam masyarakatnya.
    - Berpikir kreatif         :   Berpikir alternatif, berani “tampil beda”.

Sumber: Munib, Achmad. 2009. Pengantar Ilmu Pendidikan. Semarang: Unnes Press
23 Mei 2012, 22.11pm
Lingkungan masyarakat merupakan tempat berbaurnya semua komponen masyarakat, baik dari agama, etnis keturunan, status ekonomi maupun status sosial. Pengaruh yang ada di masyarakat dapat mempengaruhi anak terhadap dunia pendidikan. Dengan demikian dalam pergaulan sehari-hari antara anak dengan anak dalam masyarakat juga ada yang setaraf dan ada yang lebih lebih dewasa dalam bidang tertentu.
Dalam bergaul anak harus memilah teman yang akan diajak bergaul, jangan sampai salah memilih teman yang tiak beretika dan tidak sopan sesuai dengan norma yang ada di masyarakat.
Kontrol dari masyarakat juga akan membantu dalam meningkatkan peran dan minat dalam berpendidikan. Tanpa adanya ikut serta maka mustahil pendidikan akan dapat berkembang. Sehingga antara orang tua dan masyarakat harus saling memberikan dukungan dan masukan sehingga dapat tercapai pendidikan sesuai dengan permintaan masyarakat. Seiring dengan peningkatan mutu pendidikan maka pendidikan harus menyesuaikan dengan permintaan masyarakat agar pendidikan dapat tercapai dan dapat meningkatkan SDM.

Moral dan karakter anak terbentuk dari berbagai macam pola. Diantaranya adalah lingkungan disekitarnya. Berikut beberapa hal yang memperngaruhi pola, karakter dan perilaku moral anak dari tiga lingkungan utama; lingkungan rumah, lingkungan sekolah, dan lingkungan teman sebaya.
Lingkungan rumah
Perkembangan moral anak akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana lingkungan keluarganya. Karenaya, keharmonisan keluarga menjadi sesuatu hal mutlak untuk diwujudkan, misalnya suasana ramah. Ketika keikhlasan, kejujuran dan kerjasama kerap diperlihatkan oleh masing-masing anggota keluarga dalam hidup mereka setiap hari, maka hampir bisa dipastikan hal yang sama juga akan dilakukan anak bersangkutan.
Sebaliknya, anak akan sangat sulit menumbuhkan dan membiasakan berbuat dan bertingkah laku laku baik manakala di dalam lingkungan keluarga (sebagai ruang sosialasi terdekat, baik fisik maupun psikis) selalu diliputi dengan pertikaian, pertengkaran, ketidakjujuran, kekerasan, baik dalam hubungan sesama anggota keluarga ataupun dengan lingkungan sekitar rumah.
Demikian pula status sosio—ekonomi. Status sosio-ekonomi, dalam banyak kasus menjadi sangat dominan pengaruhnya. Ini sekaligus menjadi latar mengapa anak-anak tersebut memutuskan terjun ke jalanan. Namun selain faktor tersebut (ekonomi), masih ada penyebab lain yang juga akan sangat berpengaruh mengapa anak memutuskan tindakannya itu, yakni peranan lingkungan rumah, khususnya peranan keluarga terhadap perkembangan nilai-nilai moral anak, dapat disingkat sebagai berikut: • 1) Tingkah laku orang di dalam (orangtua, saudara-saudara atau orang lain yang tinggal serumah) berlaku sebagai suatu model kelakuan bagi anak melalui peniruan-peniruan yang dapat diamatinya. • 2) Melalui pelarangan-pelarangan terhadap perbuatan-perbuatan tidak baik, anjuran-anjuran untuk dilakukan terus terhadap perbuatan-perbuatan yang baik misalnya melalui pujian dan hukuman. • 3) Melalui hukuman-hukuman yang diberikan dengan tepat terhadap perbuatan-perbuatan yang kurang baik atau kurang wajar diperlihatkan, si anak menyadari akan kerugian-kerugian atau penderitaan-penderitaan akibat perbuatan-perbuatannya.
Lingkungan sekolah Intensifikasi dan modifikasi dasar-dasar kepribadian dan pola-pola sikap untuk yang telah diperoleh melalui pertumbuhan dan perkembangan akan dialami secara meluas apabila si anak memasuki sekolah. Corak hubungan antara murid dengan guru atau murid dengan murid, banyak mempengaruhi aspek-aspek kepribadian, termasuk nilai-nilai moral yang tinggi bilamana kelompok itu sendiri sudah mempunyai norma-norma yang baik pula.
Lingkungan teman-teman sebaya Makin bertambah umur, si anak makin memperoleh kesempatan lebih luas untuk mengadakan hubungan-hubungan dengan teman-teman bermain sebaya. Sekalipun dalam kenyataannya perbedaan-perbedaan umur relatif besar tidak menjadi sebab tidak adanya kemungkinan melakukan hubungan-hubungan dalam suasana bermain.
Makin kecil kelompoknya, dimana hubungan-hubungan erat terjadi, makin besar pengaruh kelompok itu terhadap anak, bila dibandingkan dengan kelompok itu terhadap anak, bila dibandingkan dengan kelompok yang besar anggota-anggota kelompoknya tidak tetap.[1] Terkait dengan tingkat perkembangan anak yang banyak ditentukan dan dipengaruhi lingkungan sekitarnya, Abu Ahmadi, dalam bukunya “Psikologi Perkembangan” menjelaskannya dengan teori interaksionisme.
Teori ini mengatakan bahwa perkembangan jiwa atau perilaku banyak ditentukan oleh adanya proses dialektik dengan lingkungannya. Adapun yang dimaksud dengan adanya dialektik dengan lingkungan adalah bahwa perkembangan kognitif anak bukan merupakan sesuatu yang lahir dengan sendirinya, tapi ini dipengaruhi oleh faktor lingkungannya. Analisa lain terkait dengan perkembangan moral juga sempat disinggung oleh Syamsu Yusuf LN, dalam bukunya “Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja”, sebagai berikut:
a. Konsistensi dalam mendidik anak
b. Sikap orangtua dalam keluarga
c. Penghayatan dan pengamalan agama yang dianut
d. Sikap konsisten orangtua dalam menerapkan norma

waktu mengakses, 23 Mei 2012 at 21.50pm

Lingkungan Sosial (non fisik) Pendidikan

Lingkungan sosial (non fisik) pendidikan sekolah sangatlah luas.Mulai dari hubungan sosial dalam diri sekolah itu sendiri, hubungan sosial dengan orang tua siswa, hubungan sekolah dengan petugas kesehatan,hubungan sekolah dengan pengawas pendidikan, hubungan sekolahdengan pejabat pemerintah, dan hubungan sekolah dengan masyarakatsekitarnya, semuanya mempunyai pengaruh terhadap proses belajar mengajar.Lingkungan sosial yang terdapat dalam diri sekolah itu sendiri ketika proses belajar mengajar adalah hubungan antara kepala sekolah dengan guru, hubungan guru dengan guru, hubungan guru dengan siswa, hubungan siswa dengan siswa, hubungan pegawai dengan pegawai dan sebagainya.Hubungan harmonis harus tercipta diantara para personil sekolah dalam rangka untuk menciptakan iklim sekolah yang positif. Intinya, kepada bawahan dan siswa ingin mencerdaskan, memberikan kasih sayang sebagaimana orang tua terhadap anaknya, dan memberikan perlindungan terhadap gangguan yang bisa menghambat kelancaran proses belajar mengajar. Sekolah yang unggul pasti dipimpin oleh kepemimpinan yang berpotensi tinggi.

Bagaimana relevansi atau hubungan lingkungan hidup dengan lembaga pendidikan?
Sepintas lalu, hubungan lingkungan hidup dengan lembaga pendidikan mungkin tidak nampak. Namun kalau dipikirkan secara lebih mendalam, lingkungan hidup sebenarnya merupakan konsep yang sangat relevan bagi lembaga pendidikan ditinjau dari berbagai segi.
Pertama, dipandang dari segi luas, lembaga pendidikan hanya berarti dalam konteks lingkungan hidup. Pada intinya, lembaga pendidikan adalah proses yang menyangkut hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya. Tanpa lembaga pendidikan manusia jadi terpisah darilingkungan. Namun tanpa lingkungan, lembaga pendidikan menjadi kegiatan yang tidak relevan. Dengan kata lain, manusia membentuk lembaga pendidikan karena perlu mengadakan hubungan dengan lingkungannya, meskipun caranya berbeda tergantung lingkunganyang dihadapi, umpamanya dengan lingkungan sosial tertentu.
Kedua, secara langsung atau tidak, sebagian besar lembaga pendidikan manusia sebenarnya menyangkut atau bertitik tolak pada informasi tentang lingkungannya, baik mengenai benda fisik dan komponen lingkungan itu. Prinsipnya yang mengatur hubungan antara komponen tersebut, proses dan cara kerjanya, ataupun gagasan dan keinginan yang ada dalam otak manusia mengenai bagaimana seharusnya lingkungan itu.
Berkaitan erat dengan ini adalah relevansi lingkungan yang ketiga, yaitu dari segi fungsi lembaga pendidikan. Seperti yang dikemukakan banyak pakar, bahwa salah satu fungsi penting lembaga pendidikan bagi manusia dalam masyarakat adalah pengamatan lingkungan.


waktu akses 23 Mei 2012, Jam 22.00pm.

Never Give Up Story


Kita pernah merajut kebesaran mimpi pada ruang yang tak pernah ada batasnya. Pada tempat, ruang, waktu, tujuan serta wadah yang sama. Melewati hari-hari dengan peluh keringat memperjuangkan hal yang kita namai impian itu, entah bagaimana menjelaskannya. Yaah, seperti itulah saya mendefinisikan sebuah perjuangan yang pernah ada dan kita lewati. Masa yang hanya mampu di ingat dalam memory ruang penat yang tak menyisahkan apa-apa..

Namun keadaannya seakan memusnahkan harapan dan angan yang pernah ada! yaa harapan yang pernah kita jaga dan kita bangun bersama selama dua tahun itu dengan penuh tetesan-tetesan keringat, butiran-butiran air mata atau bahkan dengan goresan lengkungan bibir kita sebagai penghias wajah atau mungkin dengan ribuan canda dan tawa keras yang sengaja kau buat untuk menghilangkan kepenatan atau sebagai penopang perjuangan yang entah akan berakhir di mana?

Tapi kita telah berada di sini, di tempat yang mengharuskan kita hanya memahami arti perjuangan itu lalu menghentikannya. Menghentikannya bukan karena kita lelah atau kita melupakan pentingnya sebuah impian itu tetapi karena kita memang sudah benar-benar tidak mampu mendefinisikannya jika perjuangan ini benar-benar akan berlanjut. Entah karena banyaknya kesalahan pada faktor internal atau terhadap faktor internal yang mungkin saja bisa terjadi saya bahkan tidak mampu menyudutkan dan menyalahkan penyebab pastinya..

Tetapi seperti inilah kenyataannya, kita memang harus menghentikan perjuangan ini. Yaah, perjuangan kita bersama. Indah memang saat mulai kuingat dan kubuka lembaran demi lembaran memori yang pernah ada, saat kita mulai mengenal nikmatnya seteguk air minum setelah merasakan hausnya perjuangan atau hanya sekedar merindukan tempat-tempat peristirahatan saat masih berjalan kaki menembus waktu, atau saat merindukan waktu tidur saat kita benar-benar menegakkan tulang punggung kita dengan alasan yang sama... Perjuangan dan Tanggung Jawab. Sampai saat ini saya selalu ingin menjaganya, menjaganya demi peluk orang-orang yang kukasihi sepanjang masa, sepanjang nafasku...

our sound
Yang terpenting pada babak ini bukan di saat kita menghentikan perjuangan ini lalu itu saja. Intinya, kami telah merasakan nikmatnya sebuah perjuangan hingga di masa yang akan datang kami tidak akan takut lagi untuk menerima pekerjaan apapun dengan berbagai reziko, reziko yang mungkin akan ada sebab kami telah memahami harga dari sebuah perjuangan itu seperti apa, yang mungkin tidak semua orang mampu melewatinya bahkan dengan psetetes tangisan. Yaa... Kita tidak akan takut lagi... sebab kita telah memahami makna dari perjuangan tersebut hanya tinggal memperluas impian kita atau sekedar menempatkannya pada ruang yang tak terbatas saat kita benar-benar siap.

Sebab, perjuangan itu tidak sampai pada titik ini saja. Kita tahu bahwa bentuk perjuangan itu masih banyak.. Masih sangat banyak.

Terima Kasih untuk semua yang pernah hadir saat itu, saat ku merasakan dan belajar mengengenal ruang tak terbatas itu tidaj hanya sampai pada saat ini.

Special Thanks : kak Ari Muhammad, kak Wulandary, dan kak Farid Machmud. Ipe, Dewi dan Linda, Ani dan Hajar, Rahma, dan semua yang pernah berkesan hebat dalam perjalanan ini. Aji, Uccank, Iyank, Makbul, kak nunu. :*


Senin, 21 Mei 2012

Perbedaan Itu

Selalu, berada dan ditempatkan pada dua kondisi yang berbeda... kondisi yang meyakinkanku memeluk Islam dengan kehangatannya atau kondisi tentang menjalani dan menikmati kehidupan di dunia ini, melupakan kesedihan dan selalu berbahagia. pada realitanya kan tidak seperti ini seharusnya. Tapi seperti inilah jalan yang harus dihadapi. 
Different World

Aku memimilikimu enam tahun yang lalu, bersahabat berteman dan tidak sekedar itu. kau sahabat dan saudara terbaik yang pernah kumiliki ada bahkan hingga saat ini. tidak ada yang lebih peduli dengan diriku selain kamu. dan aku sangat mensyukurinya tiap saat dan kapan pun saat mendapat teguran darimu. Saat bersama, entah anugerah apakah ini.. Mungkin itulah yang ku sebut dengan rizki, ketenangan dan kedamaian.

Tidak hanya sampai pada saat itu saja. Aku memiliki mereka memang sudah empat tahun dan baru sekitar beberapa bulan ini saja bersama mereka, tapi aku sangat menyukainya. Menikmati apa yang saat ini saya harus nikmati dan tetap memikirkan apa yang akan ada pada hidup kami di masa depan, di masa yang akan datang jika usia kami mampu menghampirinya. Mungkin bisa saya katakan bahwa mereka mungkin masih sangat mencintai dunia mereka tapi saya yakin mereka adalah orang-orang yang selalu mau belajar, mau memahami dan Insya Alloh mau sedikit demi sedikit menerapkan ilmu islam itu. Aku mendekati mereka karena merasa nyaman, bukan karena saya satu-satu nya wanita pada pertemanan ini tapi karena itulah, aku merasa dihargai dan mendapat penjagaan.

Ini mungkin salah satu alasan di antara banyak alasan mengapa saya harus terus bertarbiyah! Tapi tetap larangan untuk meninggalkan mereka itu sangat banyak, mereka yang tahu persis bagaimana islam itu. Alasannya yaa tetap untuk memuliakan wanita. Saya kembali berpikir, mampukah saya..? saya mengerti dan sangat memahami ilmunya lebih dari yang mereka ketahui.

Namun yang terbaik itulah yang saya pilih saat ini, tetap bersama mereka dan memberikan ilmuku sampai pada saat mereka mungkin benar-benar sudah menikah. Seperti inilah jalannya.. Sulit memang memutuskan, tapi tetap sebisa mungkin menjaga batasan-batasan tersebut. Batasan bersahabat denganmu kaum lelaki karena Alloh pun sangat memuliakan mereka. 

Persembahan Qolbuku untuk mereka yang hingga saat ini mampu menyayangiku seikhlas dan setukus hati mereka, Terima kasih.. sekali lagi Terima Kasih :)

Kamis, 17 Mei 2012

Kepentingan Abadi

Fiad, Sani, Rifki, Aji
Dhuha. Seperti itulah kami menyebut kebersamaan ini, aku menyukainya sangat menyukainya. Awal kisah Dhuha ini yaa kata Aji sih karena adanya keluarbiasaan dari solat dhuha di Mesjid Darul Ulum SMANSA 2009 dari Fiad dan saling mengajak. Bertemulah mereka dan sekarang yang ada hanya tinggal Sani, Fiad, Aji, dan Rifki saja.  Pertemuan singkat dan terkadang panjang yang menyenangkan itu hampir tiap hari berlangsung, jadi bosen juga sih sebenarnya... bertemu dengan wajah yang itu-itu saja tapi kegiatan itu seakan tak pernah ada habisnya.
Hunting sesuatu yang tidak jelas dan saling menemani memenuhi kebutuhan menjadi hal menarik yang paling aku sukai meski kadang menyita banyak waktu, uang dan tenaga tapi sangat menyukainya.. Menghabiskan waktu tapi tetap besama keluarga dan kuliah.
Bahkan saat ini saya belum mampu mendefinisikan satu kata ini, “persahabatan” yang sebenarnya saya inginkan itu seperti apa. Hanya mampu menghabiskan waktu bersama mereka. Bukan seperti yang Rifa bilang bahwa di dunia ini tidak ada persahabatan yang abadi, yang ada hanya lah kepentingan abadi. Apakah benar seperti itu..? Berarti saat kepentingan itu tidak ada maka tidak ada lagi pertemuan. Saya menerima dan mulai memahaminya dengan keterbatasan logika yang saya miliki. Menyimpulkan sedikit hal yang bermakna banyak bahwa memang tidak ada hal apa pun yang abadi di dunia ini, termasuk persahabatan ini. Persahabatan yang saat kita bermimpi berjanji akan membangunnya meski hingga ribuan tahun yang akan datang karena kita menyukainya.  
Realitanya, kita bertemu memang karena selalu ada beberapa kepentingan. Kepentingan yang bersifat urusan atau pun kepentingan lain yang sebenarnya tidak penting, atau apalah itu… Hehe… [Jadi aneh sendiri nih!].
Terima Kasih
Mengetahui keterbatasan ini hanya mampu berharap bahwa semoga “kepentingan” itu selalu ada, dan selama kita masih mampu menciptakan kepentingan tersebut toh kita masih bisa bertemu. Saling menjaga perasaan masing-masing menjadi ekspektasi yang besar agar persahabatan ini tetap ada. Karena persahabatan yang abadi ada pada pasangan hidup kita masing-masing, yang mampu menemani hingga ujung usia. Tempat kalian berbagi segala hal itu nanti. Selama saya masih bisa menemani, saya akan tetap menemani... Jangan lupakan saya jika pada akhirnya kalian telah menemukan sahabat sejati, karena bagian yang paling sulit dalam hidup ini adalah menemukannya dan mampu istiqomah dengannya. Dengannya, pilihan terbaik Alloh.
Kupersembahkan catatan ini untuk kalian yang selalu menemaniku! J terima kasih, Terima kasih karena kalian menyayangiku, bentuk rasa sayang itu, dan masih mampu menjagaku hingga saat ini.. [Aji, Fiad, Rifkii]

Inspirated By : Syarifah Rifaa’atul Mahmudah Fatur
Thanks To : Dhuha Personal [Fiad Yacub, Aji Behel, Rifki Mushawwir. R dan Sani sendiri]

Selasa, 07 Desember 2010

Yang Wajib di Hokkaido

Hokkaido adalah tujuan populer di kalangan turis dunia, tempat ideal untuk merasakan pengalaman Jepang yang tradisional. Dari mulai damainya gaya hidup sampai indahnya pemandangan, Hokkaido penuh dengan pesona yang tak pernah gagal memikat. Surga ini tersembunyi di bagian paling utara Jepang, hanya satu setengah jam penerbangan dari Tokyo.



Ramen

Miso ramen yang asli hanya bisa Anda temukan di Sapporo, Hokkaido. Sebagai tempat asal ramen, kios-kios dan restoran ramen tersebar di seluruh kota. Dua tempat yang terkenal di kalangan turis adalah Ramen Republic dan Ramen Yokocho. Ramen Yokocho, sebuah gang sempit yang dipadati warung-warung menyajikan ramen Sapporo yang terkenal, dapat ditempuh dengan 3 menit berjalan kaki dari stasiun kereta bawah tanah Susukino.

Daerah ini juga merupakan tempat hiburan dan kawasan red light yang populer, mulai 'hidup' saat matahari terbenam. Dua stasiun selanjutnya dari Susukino adalah taman hiburan Ramen Republic, berlokasi di lantai 10 Sapporo ESTA, kompleks bisnis tepat di depan Stasiun Sapporo. Sayangnya, tempat-tempat ramen yang popular ini terlalu dikomersialkan, harga yang mereka pasang ditujukan bagi turis dan pengunjung. Namun tak perlu khawatir, semangkuk ramen yang enak bisa dengan mudah ditemukan di mana saja di kota. Anda tinggal mencari beberapa penanda warung ramen yang enak - kecil, mungkin sedikit kumuh, tapi antriannya penuh, bahkan di tengah musim dingin.




Makanan Laut
Beragamnya pilihan di Hokkaido bisa menjadikan tempat ini surga bagi penyuka makanan laut. Daging kepiting, ikan salmon, scallop, landak laut, telur ikan salmon, semuanya tersaji segar untuk dinikmati. Kepiting-kepiting berukuran amat besar kerap menjadi pilihan para turis dan penduduk lokal. Pasar pagi di Hakodate adalah tempat mendapatkan makanan laut yang masih segar, hidup bahkan. Hakodate Asaichi (pasar pagi Hakodate) terletak sangat dekat dari stasiun JR Hakodate. Terdapat 360 toko, penjaja atau restauran yang menjual makanan laut. Bersiaplah untuk bangun lebih awal, pasar paling penuh aksi antara jam 6 hingga 7 pagi.



Cokelat

Anda tidak bisa meninggalkan Hokkaido tanpa membawa pulang sekotak Shiroi Koibito atau produk-produk Royce. Cokelat-cokelat ini sengaja dibuat sebagai penggoda indera perasa, dengan aroma kelapanya yang kaya dan menggiurkan, membangkitkan segala hasrat demi kegemaran akan cokelat.

Kunjungi Taman Shiroi Koibito - pabrik cokelat Ishiya, tempat pembuatan Shiroi Koibito. Dengan tiket masuk seharga 600 yen, Anda seperti memasuki dunia "Charlie dan Pabrik Cokelat" versi Charles Dickens. Selain melihat proses produksi secara langsung, ada galeri yang menampilkan kemasan dan kaleng cokelat, ratusan cangkir teh dan cokelat panas, bahkan koleksi mainan anak-anak dari seluruh dunia. Benar-benar sebuah pengalaman yang penuh kenangan masa kecil.



Salju

Musim dingin adalah puncak aktivitas. Meskipun Februari 'membeku', Odori Park semarak oleh orang-orang yang bersiap untuk festival salju terbesar sepanjang tahun. Festival Salju Sapporo sudah tersohor di dunia, mengundang 2 juta pengunjung untuk datang ke Hokkaido setiap tahun. Para 'pematung' salju pun datang berkumpul dari seluruh dunia untuk saling berlomba.

Berbagai bentuk pahatan terlihat di sepanjang jalan, Hokkaido seperti sebuah kerajaan salju. Patung-patung itu bisa setinggi bangunan tiga lantai, berbentuk karakter kartun seukuran manusia, atau meniru monumen dan ikon termasyhur, semuanya terbuat dari es. Betul-betul mengagumkan! Malam hari adalah waktu terbaik untuk menikmati karya seni ini, saat lampu-lampu jalan menerangi dan mengubah Hokkaido menjadi negeri dongeng raksasa.  

dikutip dari web : http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/8-yang-wajib-di-hokkaido?cid=today

Minggu, 14 November 2010

Di Penghabisan Dhuha...!

Dengan pelan ia berjalan menemui sahabatnya, ia menatap lebih dalam dari kejauhan terhadap bola mata yang sebentar lagi akan meneteskan air matanya! Dia bertanya kepada dirinya sendiri,ada apa dan apa yang sebenarnya terjadi saat ini pada seorang sahabat yang ia miliki dan ia sayangi melebihi nyawa dan dunia ini. Kesedihan apa yang menimpanya lalu kemudian ia tidak mengetahuinya?

Berjalan mendekat semakin mengiris hatinya melihat kesedihan yang sahabatnya lalui sendiri tanpanya.Kata-kata dan kalimat-kalimat yang dilafadzkan oleh sahabatnya semakin membuat hatinya sedih, ia mengerti saat ini ketika sahabatnya sedang sedih dia merasa masih bisa terpikirkan dan masuk kedalam doanya.

"Ya Allah... Saya mendengar ia mendoakanku, maka ijabalah doanya!",doanya dalam hati. Di penghujung dhuha sahabatnya berdoa untuknya dan ia merasa menjadi sahabat yang luar biasa untuk sahabatnya. Semakin mengiris doa sahabatnya untuk dirinya hingga membuat dia sadar akan kesalahannya yang tidak pernah ia sadari saat ini dan ia baru menyadarinya setelah mendengar doa dari sahabatnya itu untuk dirinya!

Di satu sisi ia sangat bersyukur, di tengah kesusahan sahabatnya dirinya masih tetap ada dalam doanya. Ia berjalan kecil menggenggam tangan sahabatnya, menatap matanya, memeluknya dan menangis. Mukenah putih yang sahabatnya kenakan pun basah terhadap air matanya. Satu hal yang Ia sadari saat itu bahwa kebahagiaan terbesar yang selama ini Ia cari berada pada sahabat yang ia kenalnya selama tujuh tahun ini..